Entertaining, News, Info, Games, Tips & Trick

Sabtu, 11 Mei 2013

Perbedaan dan Persamaan Candi Borobudur dan Candi Prambanan


foto-depan-borobudur
Sebagian dari kamu mungkin merasa terlecehkan inteligensinya dengan membaca judul artikel ini. Bah, cetek banget MBDC beginian aja kok dibahas? Tapi sebagian lagi, mungkin justru merasa tercerahkan, karena ternyata ada orang-orang yang gak bisa membedakan kedua candi ini. Mungkin karena sibuk Go International, jadi gak sempet memperhatikan konten lokal. Atau karena bagi mereka candi hanyalah tumpukan batu dari masa lalu. Mungkin aja. Tapi karena kami baik hati, dan kurang kerjaan, berikut ini kami sajikan perbedaan dan persamaan paling mendasar, yang tidak perlu seorang ahli sejarah dan arkeologi untuk menjelaskan, antara kedua candi ini.

Perbedaan

Bentuknya
Borobudur: Lebih gendut. Kalo dilihat dari atas, Borobudur ini bentuknya kayak mandala gitu, kalo dari depan bentuknya seperti stupa. Tau stupa dong ya? Yang bentuknya kayak lonceng gitu. Kebangetan kalo gak tau mah.
Candi Borobudur
Ini namanya Borobudur
Prambanan: Lebih langsing. Bentuknya melengkung kayak sarang lebah gitu, dan ada tingkat-tingkat kecilnya. Jenis arsitektur candi Hindu kuno yang disebut Vesara.
Ini namanya Candi Prambanan
Ini namanya Candi Prambanan
Agamanya
Borobudur: Candi Buddha Mahayana
Prambanan: Candi Hindu
Wangsa/Dinastinya
Borobudur: Sailendra.
Prambanan: Sanjaya

Persamaan

Dibangunnya
Sama-sama pada abad ke 9. Eh apa duluan Borobudur ya? Pokoknya mereka barengan lah kira-kira, karena wangsa Sailendra yang menganut Buddha Mahayana dan Sanjaya yang menganut Hindu itu tetanggaan dan saling bertoleransi. Eh apa mereka saling membangun kedua candi ini untuk saing-saingan ya? Mwahahaha. Gak tahu juga, tapi pokoknya mereka dibangun pada sekitar masa yang sama.
Terbengkalainya
Secara posisinya deketan dan sama-sama di kaki gunung Merapi, jadi pada sekitar abad ke 10 atau 11 gitu, ketika Merapi erupsi dan ada gempa bumi jugak, kontur tanah di sekitar situ berubah sehingga kedua candi ini tertimbun. Selain itu, ketika itu Islam mulai masuk dan memudarkan kedua dinasti ini dari Jawa. Lokasi kedua candi ini pun dimodif sedemikian rupa dalam cerita rakyat agar tidak ada yang berani mendekati. Borobudur misalnya pada masa kesultanan Jogjakarta, dianggap tabu dan tidak boleh didekati karena membawa kutuk. Sementara Prambanan, pada masa kesultanan Mataram dianggap sebagai jelmaan Loro Jongrang yang menolak menikahi Bandung Bondowoso yang sudah bersusah payah membangun ribuan candi dalam semalam untuk si Loro.  Padahal sebetulnya kedua candi ini hanyalah tempat ibadah biasa. Tapi ya gitu deh, politik propaganda, biar gak ada yang kembali ke agama awal lagi. Azek.
Tempat Ibadah
Ya kayak kami bilang tadi diatas, kedua candi ini adalah tempat ibadah dari kedua agama tersebut. Si Prambanan untuk memuja Trimurti (Siwa, Wisnu, Brahma) sedangkan Borobudur menyimbolkan ‘alam’ dalam kosmologi Budhist, yaitu Kamadatu (alam segala keinginan dan hasrat), Rupadatu (alam segala bentuk dan rupa), Arupadatu (Alam niskala, euh apa ya terjemahan bebasnya, dunia maya? Alam tanpa kemelekatan bentuk? Gitu deh pokoknya).  Jadi kalau kamu iseng meratiin reliefnya Borobudur itu sebetulnya ada ceritanya, semacam kitab suci gitu lah. Tapi instead of nulis di daun lontar, mereka memahatnya di batu Andesit. Keren banget!
Yah gitu deh. Jangan sampai salah ya.
Kayak gini
Kayak gini
Ngomong-ngomong seru juga ya ngebahas Candi Borobudur dan Prambanan. Lain kali dibikinin artikel sendiri deh. Boleh ya? Boleh dong. Ada yang mau nambahin? Silakan tambahin di comments.
 Sumber: http://mlsbgt.de/Yw4pNQ 

Cara Supaya Tidak Bangun Kesiangan


Cara Supaya Tidak Bangun Kesiangan
Hai para pemalas-pemalas di seluruh penjuru dunia! Apakah kamu sering bangun kesiangan sehingga melewatkan kesempatan-kesempatan emas dalam hidup kamu? Apakah kamu sedih dan frustrasi karena merasa tidak produktif akibat sering bangun kesiangan? Bosan bangun kesiangan? Rindu akan embun pagi? MBDC punya solusinya untuk kamu supaya tidak bangun kesiangan lagi!
Oya, sebelumnya MBDC mau meluruskan. Nggak bisa tidur sama insomnia itu beda lho!Kalo insomnia itu kamu bener bener nggak bisa tidur dalam beberapa hari dan mengakibatkan stress. Kalo kamu jam 3 pagi masih melek karena main twitter atau main burung (bisa burung sendiri, bisa burung orang lain) itu bukan insomnia. Sip. Mari kita mulai.

1. Niat

Namanya juga mau merubah kebiasaan buruk yang udah berkerak di palung pola hidup kamu, jadi kamu harus niat! Kamu harus yakin kalau kamu bisa bangun pagi. Kalau kamu sendiri aja nggak yakin bisa bangun pagi, lupakan saja impian-impian kamu yang berhubungan dengan bangun pagi.
Eh tapi beneran lho, kamu harus niat. Sebelum kamu tidur, coba perintahkan otak kamu untuk membangunkan kamu (misalnya) jam 6 pagi. Ulang kalimat ini berkali-kali di kepala kamu: “besok harus bangun jam 6.. besok harus bangun jam 6..”. Ingat, biasanya kalau kamu melakukan hal ini, kamu bangunnya pake kaget gitu keesokan harinya. Tau kan ya maksudnya bangun kaget?

2. Cari Suara Alarm Yang Sesuai

Nggak semua orang peka terhadap bunyi yang sama. Ketika kamu hendak membeli alarm atau jam beker, pastikan suaranya cukup nyaring di kuping kamu sehingga kelak sang alarm dapat melakukan tugasnya yaitu membangunkan kamu.
Kalau udah beli alarmnya, jangan ditaruh di sebelah kasur ya! Taruh di tempat yang agak jauhan dari kasur, supaya kamu musti jalan dulu untuk bisa mematikan alarm tersebut. Dengan demikian kamu dipaksa untuk bangun. Cara lain, coba colokin alarm kamu ke speaker. Kalau kamu nggak bangun, mungkin tetangga kamu yang akan bangun dan akan gedor gedor kamar kos / rumah kamu.

3. Jangan Tidur Terlalu Larut

Ya iyalah.

4. Jangan Tidur Siang

Tidur siang itu memang diperlukan oleh adik-adik kita yang sedang dalam masa pertumbuhan. Tapi buat kamu yang bulunya udah tumbuh di mana-mana mah tidur siang nggak penting penting amat. Emang sih setelah kamu besar, kamu baru merasakan nikmatnya tidur siang. Tapi tidur siang ini sering kali justru membuat kita ‘terlalu berenergi’ dan jadi susah tidur ketika malam tiba.

5. Jangan Tidur Sekalian

Strategi terakhir ini emang kadang menjadi satu-satunya solusi. Buat kamu yang suka ngerjain tugas mepet-mepet, misalnya kamu harus presentasi besok jam 7 pagi dan seharian kamu malah ngupil di kamar lalu baru mulai bikin presentasi kamu jam 1 pagi, mending nggak usah tidur sekalian deh dari pada bangun kesiangan.
Buat yang udah mempraktekkan dan berhasil, boleh lah share di comment box. Sekali-kali bilang makasih ama MBDC napa
Sumber: http://mlsbgt.de/ZWsvkx 

4 Alasan Paling Bullshit Buat Putus


Kalo kamu pernah pacaran atau terlibat dalam sebuah hubungan asmara, besar kemungkinan kamu pernah merasakan pahitnya putus cinta. Nah, putus cinta ini biasanya memerlukan alasan dan terkadang orang-orang itu gak memiliki alasan yang cukup bagus buat putus. Terkadang ada alasan-alasan yang begitu bullshit dan generiknya sampe-sampe semua orang menggunakannya ketika gak tau harus ngasih alesan apa lagi. Berikut adalah 4 hal paling bullshit yang digunakan orang sebagai alasan buat putus.

“Aku Mau Serius Belajar”

Sebenernya sih gak ada yang salah dengan alasan ini. Kalau emang yang bersangkutan beneran mau serius belajar. Problemnya, dari pengalaman hidup MBDC, sebagian besar orang yang menggunakan alasan ini sebenernya gak bener-bener “mau serius belajar”. Emang seberapa banyak sih waktu yang kamu perluin buat “serius belajar”? Emang kamu bakal ngurung diri kamu 24 jam sehari / 7 hari seminggu / 30 hari sebulan / 365 hari setahun? Kamu biarawan/biarawati? Ngga juga kan? Kamu pasti keluar main juga dong? Kenyataannya banyak orang yang “serius mau belajar” ini gak lama kemudian juga punya pacar lagi kok. Dasar pembohong.

“Sejak Sama Kamu, Aku Gak Jadi Diri Aku Sendiri”

Oh, ok. Siapa suruh selama ini kamu gak jadi diri kamu sendiri? Apakah pacar kamu itu menuntut kamu jadi orang yang beda? Kenapa kamu mau? Kalo kamu dari awal emang gak suka diatur-atur bilang dong. Paling ngga kamu bisa putus lebih awal dengan bilang, “Oh aku gak bisa kayak gitu. Kalo kamu gak mau terima aku apa adanya, ya udah deh.” Gitu lebih enak bukan? Kayaknya ada prinsip yang kuat gitu. Kalo kamu menggunakan alasan “sejak sama kamu aku gak jadi diri aku sendiri” itu kesannya kamu memanfaatkan sebuah hal yang tadinya kamu terima dengan baik-baik aja trus kamu balikin jadi senjata buat nyerang pacar kamu.

“Kita Udah Beda Aja”

Mungkin kamu belum tahu ya, tapi semua orang itu pada dasarnya dilahirkan berbeda. Gak ada orang yang 100% sama. Jadi menggunakan alasan kita udah beda untuk putus itu sungguhlah bullshit, karena dari awal kamu kenal sama si dia aja, kamu udah beda sama pacar kamu. Trus sekarang tiba-tiba kamu pake alesan bahwa kamu “udah beda”. Beda apanya lagi? Yang jelas dong.

“Kamu Terlalu Baik”

Ini adalah alasan paling ultimate dan paling basi yang ada di luar sana. Emang kenapa kalo pacar kamu terlalu baik? Kamu gak suka dibaikin? Pengennya dijahatin? Ya ngomong lah sama pacar kamu. Minta digebukin tiap hari gitu. Minta disiram air keras. Mungkin orang-orang yang menggunakan alasan ini pada dasarnya memiliki fetish BDSM gitu kali ya? Mendingan kamu bilang sama pacar kamu kalo kamu bosen deh daripada kamu menggunakan alasan ini. Ini terlalu menyakitkan tau gak. Hix…
Jadi kalo kamu berencana mau mutusin pacar kamu, tolong gunakan alasan yang berbeda ya. Bingung mau pake alasan apa? Nantikan selanjutnya di MBDC: Alasan yang Bisa Kamu Gunakan Untuk Putus!
image from http://www.sugarslam.com/wp-content/uploads/2009/10/break-up.jpg


Sumber: http://malesbanget.com/2011/06/4-alasan-paling-bullshit-buat-putus/#ixzz2SyQCNjFS
Copyright Malesbanget.com 2011
Under Creative Commons License: Attribution Non-Commercial No Derivatives

Kamis, 09 Mei 2013

Di Negara Kita, Tablet Lebih Banyak Dipakai Untuk Ngegame, `True or False?`


Hei Guys,
Keberadaan teknologi yang semakin canggih saat ini pastinya menjadi momok bagi kita yang juga ikut berkembang. Adanya teknologi canggih terutama pada gadget saat ini memang sangat dimanfaatkan dan dirasa menambah hiburan pada kehidupan kita. Berbagai fitur pada gadget canggiht ersebut dinilai bisa membuat hidup menjadi bewarna dan ramai, benar? Salah satu gadget yang saat ini tengah populer dikalangan masyarakat kita adalah tablet. Yap suatu alat yang menyerupai PC tapi dikemas dalam bentuk mini dan bisa dibawa kemana saja ini sepertinya memang mempunyai kemampuan yang mumpuni. Selain fungsinya yang hampir sama dengan komputer, tablet bisa membantu kita yang mempunyai kegiatan super sibuk diluar rumah. Tapi dinegara kita sendiri kegunaan tablet malah sering dipakai untuk hal lain yaitu untuk bermain game, is that true?

Di Negara Kita, Tablet Lebih Banyak Dipakai Untuk Ngegame, `True or False?`Tablet memang mempunyai fungsi yang sangat beragam. Dimulai dari pengingat jadwal, membuat sebuah data untuk presentasi sampai dengan hal yang menyangkut hiburan, seperti menonton video dan juga bermain game. Keberadaan tablet yang sudah menyebar diseluruh dunia memang memberikan manfaatnya tersendiri kepada para penggunanya. Para pengguna tablet di tanah air sendiri sayangnya lebih sering menggunakan tablet untuk bermain game ketimbang hal lain yang lebih penting. Menurut survei yang dilakukan oleh Samsung Electronics Indonesia terhadap pengguna tablet lokal, baik pengguna Samsung ataupun non Samsung, masyarakat pengguna tablet di negara kita sering menghabiskan waktu bermain game ditablet mereka.
Product Manager Samsung Indonesia Andry Sutamto mengatakan "Di Indonesia, tablet tergolong sebagai kategori hybrid antara smartphone dan laptop. Menurut survei kami, kebanyakan tablet digunakan untuk bermain game," Ditambahkan oleh Andry, tablet untuk bermain game bukan untuk dipakai untuk diri sendiri saja. Tapi, juga untuk anak mereka di saat para orangtuanya sedang bekerja. Selain game, pengguna tablet di Indonesia kebanyakan juga dimanfaatkan untuk jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau yang lainnya. Kemudian dipakai juga untuk browser dan entertaiment, seperti menonton video. Hal ini memang sangat disayangkan. Para pengguna tablet di Indonesia masih belum memaksimalkan menggunakannya untuk bekerja. Karena di bidang ini, pengguna masih lebih memilih memakai laptop.


Diluar negeri sendiri penggunaan tablet sangatlah dimaksimalkan, seperti layaknya fungsi laptop, para pekerja, pengusaha dan juga para CEO perusahaan lebih menggantukan kesehariannya pada tablet. Fungsi tablet yang digunakan secara maksimal ini tentu saja harus ditiru masyarakat kita yang memang masih menganggap tablet sebagai alat hiburan saja. Sangat disayangkan bukan bila kita sudah beli tablet mahal tetapi fungsinya tidak dimaksimalkan?
ini baru penggunaan tablet yang maksimal :P
Bagaimana dengan kalian sendiri? Apakah kalian menggunakan tablet kalian hanya untuk bermain game dan menonton video saja? C'mon guys there's is a million function of tablet you can use it.(Afg)


Sumber 

Kamera Mana Yang Terbaik, Lumia 928, iPhone 5 atau Galaxy S III?


Persaingan di dunia smartphone memang terbilang sangat keras. Dapat dilihat dari berbagai produsen yang selalu ingin menjadikan produk-produk yang mereka sebagai jawara di pasaran. Namun tak semua bisa mendapatkannya, tapi setidaknya ada salah satu bagian yang ingin mereka tonjolkan kepada setiap pembeli untuk dapat menarik perhatian. Ambil contoh segi-segi yang biasa ditawarkan di luar fitur-fitur yang memang sudah menjanjikan adalah berbagai perangkat keras yang digunakan. Jika iPhone lebih terkenal dengan elegansinya yang tinggi, ataupun dengan Samsung yang cenderung lebih condong ke sistem operasi yang digunakan dan brand, Nokia ingin menonjolkan diri dari segi kameranya.

Kamera Mana Yang Terbaik, Lumia 928, iPhone 5 atau Galaxy S III?
Perusahaan yang dahulu sempat sekali menguasai pasar tersebut saat ini kembali hadir dengan gebrakan baru yang mereka berikan. Mereka tetap fokus dengan operating system terbaru yang mereka berikan yaitu Windows. Dengan berpegang teguh pada OS tersebut, Nokia kali ini nampaknya memantapkan diri kalau mereka memang akan membuat ponsel pintar dengan kamera terbaik yang akan dihadirkan pada Lumia 928. Nokia ingin memberikan sesuatu petunjuk kepada setiap calon pembeli kalau ponsel mereka inilah yang terhebat, mereka tidak main-main dalam menunjukkan bukti tersebut. Perbandingan pun dilakukan secara langsung mungkin dengan tujuan agar konsumen dapat membuka mata mereka, yang mana yang sebenarnya ponsel terbaik.


Dalam berita yang beberapa lalu dirilis oleh The Verge, perusahaan asal Finlandia tersebut ingin menunjukkan sesuatu dari sebuah video perbandingan yang memperlihatkan hasil perekaman gambar dari Lumia 928. Di sampingnya, kita bisa melihat hasil dari video yang diambil dari iPhone 5 dan Galaxy S III. Hasilnya cukup mengejutkan, karena Lumia 928 yang telah memiliki fitur PureView menunjukkan hasil gambar yang lebih tersaturasi, fokus yang lebih stabil, dan pencahayaan yang lebih nyata. Perbandingan yang dilakukan oleh Nokia ini terbilang cukup berani, karena memang jarang sekali sebuah review seperti ini datang dari produsen, cenderungnya yang berani melakukan hal-hal seperti ini adalah konsumer.

 Pada video yang diberikan tersebut juga ada beberapa penjelasan mengenai kamera yang dipasang di ponsel Lumia 928 itu. Dengan resolusi 8,7 MP dan fitur optical image stabilization, Nokia berani meng-klaim kalau ponsel mereka-lah yang memiliki kamera terbaik. Hal ini datang berdasarkan sebuah riset yang dilakukan oleh perusahaan demi pengembangan dari ponsel terbaru mereka Lumia 920. Kurang begitu jelas memang apakah Lumia 928 masih menggunakan kamera yang sama dengan Lumia 920, namun banyak analis yang mengatakan kalau sebenarnya Nokia masih menggunakan kamera yang sama

Sumber 

Selasa, 07 Mei 2013

Inilah Orang Pertama di Dunia yang Hidup Tanpa Jantung


Pada bulan Maret tahun lalu, Craig Lewis, 55, dalam kondisi sekarat karena kondisi jantung yang menyebabkan pembentukan protein abnormal, dengan kondisi ini bahkan alat pacu jantung tak dapat membantu menyelamatkan hidupnya.
Gambar Terposting
Craig Lewis (55), adalah orang pertama yang menggunakan pompa 'aliran kontinu' untuk menggantikan fungsi jantung
Gambar Terposting
alat ini menggantikan fungsi jantung untuk menyuplai darah secara kontinu ke seluruh tubuh

Tapi dua dokter dari Texas Heart Institute mengusulkan solusi baru yang revolusioner, yakni menginstal perangkat yang akan memungkinkan darah bersirkulasi dalam tubuhnya tanpa denyut jantung.

Dr Billy Cohn dan Dr Bud Frazier kemudian menginstal perangkat tersebut setelah mengeluarkan jantung Lewis. Dan dalam waktu beberapa hari, sang pasien sudah bangun dan berbicara dengan dokter.

Kedua dokter tersebut beberapa waktu sebelumnya telah menguji alat ini pada hampir 50 anak sapi. Dimana mereka mengeluarkan hati binatang tersebut, dan pada hari berikutnya sapi-sapi itu berlaku normal seperti makan, tidur, dan bergerak. Namun kali ini, tanpa jantung yang memompa darah ke tubuh mereka.
Gambar Terposting
Dr Billy Cohn (kiri) dan Dr Bud Frazier sebelumnya telah melakukan uji coba
alat ini pada anak sapi
Gambar Terposting
Alat ini menggunakan baling-baling untuk memompa darah secara terus-menerus kedalam tubuh

“Jika anda mendengarkan dada (sapi) dengan stetoskop, maka anda tidak akan mendengar detak jantung,” kata Dr Cohn kepada NPR Juni 2011 lalu.

Dailymail menulis bahwa Amiloidosis (keadaan dimana tubuh memproduksi protein buruk) Lewis semakin parah, dan dokter takut dia akan segera meninggal jika tidak mendapatkan pertolongan yang tepat. Bahkan dokter mengatakan ia hanay memiliki 12 jam untuk hidup.

Jadi, dengan izin isteri Lewis yaitu Linda, Dr Cohn dan Dr Frazier kemudia memasang alat ini pada Maret 2011.

Perangkat tersebut bekerja dengan memasok aliran darah secara kontinu melalui tubuh, dengan menggunakan baling-baling.

“Saya mendengarkan bunyi dengungan yang menakjubkan. Dia tidak punya denyut jantung.” tutur isterinya yang keheranan.

sumber 

Cara Mengetahui Seseorang Berbohong dengan Melihat Gerak-gerik Fisik

Gambar Terposting
Ada masa diamana seseorang harus berbicara yang tidak benar atau menutupi sesuatu dan berbohong kepada kamu, biasanya sih ini sering terjadi di kehidupan cinta. banyak yang tanya gimana sih caranya tau orang itu bohong pada kita hanya dengan melihat gerak gerik fisiknya? ternyata itu bisa lho... yang noveloke.com dapet infonya ternyata intinya saat kita berbohong, otak akan mempengaruhi seluruh tubuh untuk mengekspresikannya.. nah apa saja ciri-cirinya?
baca dibawah yuk.. :)

Perhatikan Matanya

Beberapa orang memiliki kemampuan untuk menipu orang lain dengan mudah. Namun, saat seseorang berbohong, biasanya bisa dilihat dari fisiknya. Salah satunya adalah dengan mengamati mata lawan bicara kamu. Mengapa demikian?

Ketika menjawab pertanyaan dan bola mata orang tersebut bergerak ke arah kiri kemungkinan jawabannya jujur. Sedangkan bila bergerak ke arah kanan kemungkinan orang itu sedang mengatakan sesuatu yang bohong atau berbohong. Hal ini karena bagian otak kiri berfungsi sebagai Auditory Memory, sedangkan otak kanan untuk kreatifitas.

Maka bila bola mata ke kiri, berarti dia berusaha mengingat sedangkan sebaliknya jika bola mata ke arah kanan berarti dia sedang menyusun atau menggambarkan sesuatu sebagai jawaban yang lain. Hal ini karena bagian kreatifitasnya sedang bekerja untuk mengarang suatu cerita bohong.



Perhatikan Gerak-geriknya

* Badan berkeringat.

* Napas mulai berat.

* Nada suara berbeda seperti meninggi atau monoton.

* Badan dan wajah terlihat kaku khususnya bagian dahi dan bibir.

* Tangan banyak bergerak misalnya memegang sesuatu, saling menggosok-gosokkan tangan, menggosok hidung, atau menutup mulut.

* Si pembohong tanpa disadari akan meletakkan benda-benda seperti cangkir, kertas, bolpen, atau benda lain sebagai pembatas.

* Coba ubah topik pembicaraan, jika ekspresinya terlihat lega, berarti ia sedang berbohong. Namun jika ia mengembalikan ke topik semula, berarti ia sedang berkata jujur.
sumber

nah gimana? gampang kan mengetahui orang itu berbohong atau tidak, tapi hasil pengujian ini tidak bisa juga dibilang akurat cuman bisa memperkirakan saja.
jadi sikapi isinya dengan bijak ya. kalian kan udah gede.. hehe.. :grin: 

Ponsel Manakah Yang Pantas Menjadi Pesaing Galaxy S4?


Akhirnya Samsung secara resmi meluncurkan produk terbaru mereka Galaxy S4 di Indonesia. Ponsel hebat keluaran perusahaan Korea Selatan memang telah lama digembar-gemborkan akan datang ke Indonesia dalam waktu dekat. Peluncurannya pun tidak mengalami penundaan sama sekali. Dengan harga bandrol yang sangat tinggi, yaitu sekitar Rp. 7,5 juta, ponsel pintar ini masuk dalam daftar ponsel kelas atas dan memiliki kemampuan yang cukup mengejutkan.

Ponsel Manakah Yang Pantas Menjadi Pesaing Galaxy S4?
(fotografi: metrotv)

Jika dibandingkan dengan ponsel-ponsel lain yang termasuk ke dalam smartphone high end, seharusnya ponsel ini pantas untuk menjadi saingan ponsel-ponsel lainnya seperti iPhone 5, Xperia Z, Blackberry Z10, dan HTC One (yang secara resmi masih belum diluncurkan di pasar). Namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ponsel-ponsel pintar yang lainnya tersebut pantas untuk dijadikan saingan dari Samsung Galaxy S4? Karena sebelumnya pernah dilakukan suatu ujicoba yang menyatakan kalau kemampuan ponsel S4 sendiri jauh dibandingkan dengan ponsel-ponsel pintar lainnya.


Seperti kutipan yang diambil dari inetdetik, Ketika ditanyakan pada Andreas Rompis selaku Vice President Mobile Phone Samsung Electronics Indonesia tentang pesaing utama Galaxy S4, ia hanya menjawab secara diplomatis. "Kita ini tidak mau memilih-milih musuh. Kita hanya fokus untuk memberikan yang terbaik bagi para konsumen," tukasnya saat peluncuran Galaxy S4 di Grand Hyatt, Jakarta. Di sisi lain, Andreas meyakini ponsel kategori premium akan semakin diminati di Indonesia. Meskipun harganya memang mahal, namun sepertinya pantas dengan segenap kelebihan yang ditawarkan. "Karena inovasi smartphone high end semakin maju dan orang saat ini semakin melihat valuenya. Harga dan benefit yang diberikan membuat mereka puas," ujarnya.


Lalu siapakah yang pantas untuk dijadikan pesaing dari Samsung sendiri? Ya itu semua tergantung dari siapa yang menilainya. Berbeda orang tentu berbeda pendapat, setiap produsen ponsel sendiri tentu juga akan memiliki pendapatnya masing-masing, terlebih agar mereka bisa terus mendapatkan perhatian pasar. Menurut gamer sendiri, ponsel manakah yang pantas untuk dijadikan saingan?


Sumber 

Oh, Ujian Nasional (UN) itu begini?


Hi all,
Sebelum membaca ini, perlu saya tekankan ini adalah hasil copasan dari sebuah blog yang saya yakini adanya fakta kebenaran didalamnya. Namun, 1st rule N3, Nyit-nyit tidak pernah memaksa, menyarankan, meyakini, atau mempercayai tulisan dibawah ini. Berikut isi tulisan di blog nya:

Tahun ini pertama kali saya memperoleh kehormatan sebagai pengawas Ujian Nasional! Wow. Saya menyebut kehormatan karena sejak bertugas sebagai guru PNS, baru tahun ini saya mendapatkan kesempatan. Keren sekali rasanya. Hi hi

Jauh-jauh hari sebelum UN, saya melakukan survei kecil-kecilan ke teman-teman guru. Hasil surveinya sangat menarik dan membuat saya penasaran. Mereka bilang kalau nantinya pengawas itu akan jadi boneka di ruang ujian. Waktu saya tanya, Kenapa? Kok gitu? Mereka menjawab, “Ntar kamu tahu sendiri”. Nah looh..?

Senin (14/4), saya tiba di sekolah tempat saya bertugas. Sekolah kecil yang ramai. Ada 2 lembaga pendidikan di sini, pendidikan menengah dan atas.

Pukul 7.00 WIB kami, para pengawas, memasuki ruang ujian. Anak-anak sudah berbaris rapi menunggu kami membuka pintu. Kami lalu mempersilahkan mereka masuk.

Hari pertama yang diujikan adalah Bahasa Indonesia. Soal dan Lembar Jawab Ujian Nasional (LJUN) kami bagikan. Segera saja mereka larut mengerjakan soal-soal. Wajah-wajah berpikir, mulut komat-kamit membaca soal dan tangan yang sesekali mencoretkan pensil ke soal ujian untuk menemukan jawaban itu membuat saya dan teman pengawas saya –yang kebetulan juga baru pertama kali jadi pengawas UN—saling memandang, saling menukar senyum dan lega.

Ya, UN kali ini berbeda. UN tahun ini tidak akan membuat kami seperti boneka! Dengan 20 paket soal dan barcode itu, pasti akan memaksa anak-anak untuk belajar. Dengan anak-anak menuliskan kalimat “saya jujur dalam mengerjakan soal-soal ujian” di LJUN itu, mudah-mudahan berhasil memberi sugesti untuk benar-benar berlaku jujur!

“Terima kasih atas hari ini ya. Terima kasih karena kalian sudah jujur, serius dan tertib dalam mengerjakan soal-soal ujian,” begitu kalimat spontan saya sebagai apresiasi untuk mereka saat bel tanda berakhirnya ujian berbunyi.

Hari pertama sukses!

Selasa (15/4). Jam pertama yang diujikan adalah Ekonomi. Anak-anak tenang dalam mengerjakan. Seperti kemarin:)

Dua puluh menit pertama, 2 orang panitia memasuki ruang ujian setelah sebelumnya meminta ijin kami untuk memberikan lembar kertas coret-coretan. Teman saya mempersilahkan mereka masuk. Saya hanya melihat mereka sekilas, lalu melanjutkan kembali melengkapi beberapa lembar administrasi UN.

Berikutnya, saya merasa ada yang aneh. Saya melihat mereka sewaktu memberikan kertas dengan mendatangi anak satu persatu, sambil membisikkan sesuatu.

Saya mencoba mencari tahu.

Tetapi teman pengawas saya bilang,

“Nggak ada apa-apa. Biasa…”

Well, saya kembali tenang karena saat itu Pengawas Satuan Pendidikan datang untuk menandatangani lembar Pakta Integeritas. Beliau jelas melihat apa yang dikerjakan 2 panitia tadi. Jadi, mungkin memang benar tidak ada apa-apa ya?

Belakangan, setelah ujian berakhir dan para pengawas menuju ke ruang pengawas, teman seruangan lain cerita kalau dia tahu dan melihat dengan jelas bahwa yang panitia edarkan tadi adalah kunci jawaban!

Goblok!

Saya merutuki diri saya sendiri. Kenapa sampai tidak ngeh? Kenapa mata saya tertipu waktu Pengawas Satuan Pendidikan masuk tadi?

Hancur hati saya. Saya merasa ditampar di depan anak-anak. Saya malu semalu-malunya!

Selanjutnya, ruang pengawas kedatangan tamu pengawas dari Dinas Dikpora Kabupaten. Beliau ngobrol dengan kepala sekolah, lalu berpesan kepada kami,

“Hari ini tidak ada kasus apa pun di sekolahan lho, ya? Tidak boleh ada cerita yang keluar dari sekolahan ini!”

Jam kedua dimulai. Bahasa Inggris kali ini. Saya melihat anak-anak tenang dalam mengerjakan. Jam kedua yang sangat lama karena saya terus meneteskan air mata. Saya memang bukan jenis orang yang bisa menahan apa-apa yang saya rasakan. Saya ingin ketemu kepala sekolah lagi. Saya ingin bicara.

Jam kedua berakhir.

Di ruang pengawas saya tidak menemukan Kepala Sekolah. Hanya ada 2 orang panitia yang tadi masuk ke ruang ujian. Mereka tersenyum dan menghampiri kami satu per satu. Dimulai dari teman saya yang duduk paling ujung sendiri.

“Ini buat ganti transport ke sini, Pak.”

Yang lalu direspon dengan ungkapan-ungkapan terima kasih. Demikian seterusnya hingga sampai di meja saya.

“Saya tidak usah, Pak. Terima kasih. Buat Bapak saja”, kata saya sambil meninggalkan ruang pengawas.

Saya mencari kepala sekolah dan akhirnya bertemu.

Kepala sekolah mohon maaf. Beliau sampaikan juga alasan kenapa sebelumnya tidak ada di tempat karena ada wartawan yang mewawancarainya.

Saya sampaikan kalau saya tidak dapat menerima kejadian tadi.

Saya tidak terima.

Hati saya sakit.

Saya bicara dalam keadaan marah sambil menangis lagi.

Kepala sekolah diam. Bengong. Lalu bicara.

“Ooh, tadi ada panitia masuk ya? Itu inisiatif panitia. Saya akan bicara ke mereka.”

Hari ke-3, Rabu (17/4).

Datang panitia sambil membawa kopi pagi.

“Ibu, nanti saya mau bicara,” begitu katanya.

Sambil mengawasi saya memantau anak-anak. Mereka tenang dan serius membaca soal-soal ujian.

Tidak dapat jawaban soal lagi. Itu jawaban mereka waktu saya tanya, apa mereka dapat kunci jawaban lagi?

“Ibu, saya mohon maafkan saya. Saya khilaf sudah memasukkan kunci jawaban ke ruangan-ruangan. Saya tidak tega dengan anak-anak. Saya cuma ingin membantu anak-anak. Saya mohon ibu tidak bicara ke siapa pun. Saya mohon amplopnya diterima..”

Tidak tega rasanya melihat ibu panitia yang satu ini. Beliau dikorbankan sebagai martir sekolah ini untuk mengakui bahwa yang mereka lakukan kemarin merupakan inisiatif dari beliau sendiri.

Sederhana saja saya menjawab.

“Karena ini kebenaran, saya tidak bisa berjanji tidak akan bicara. Karena kebenaran pasti akan terbuka pada waktunya.”

Saya merasa tidak ada beban, karena memang ini yang seharusnya dilakukan pengawas. Sesederhana itu.

“Pengawas itu tugasnya bukan untuk mengawasi. Tetapi membantu siswa. Membantu siswa untuk jujur!”

Pesan Kepala Sekolah tempat saya bekerja saat memberikan briefing pengawas UN, Kamis (11/4) lalu seperti menjadi mantera dan menjadi sumber kekuatan. Karena dari kalimat tersebut saya tahu bahwa beliau punya sikap yang sama. Jujur dalam UN!

Kamis (18/4) hari ke-4 Ujian Nasional! Last day!

Whispered conversation.

“Apa itu? Sini kasih ke ibu. Ibu lihat dari tadi tanganmu sibuk terus di bawah meja. Ibu lihat ada kertas yang kamu bawa. Sini lihat.”

“Nggak, Bu. Saya nggak bawa apa-apa.”

“Coba berdiri. Ibu Cuma pengen cek aja.”

“Tidak, Bu. Saya tidak bawa apa-apa,” jawabnya. Sambil menutup muka. Gemetar.

“Kertasnya bawa sini. Ibu mau lihat itu kertas apa. Kalau tidak mau, Ibu polisikan kamu!”

“Saya mau berikan, Bu. Tapi tolong nanti dikembalikan.”

“Baik. Ibu janji. Gurumu, Kepala Sekolahmu, tidak ada yang tahu kamu ngasih kertas itu ke Ibu.”

Deal.

Kunci Jawaban Geografi!

1.jpg

Dari ceritanya, anak tadi mendapat cetakan kunci jawaban dari luar. Bukan dari sekolah setempat.

Tiba saatnya pulang.

Sengaja saya pulang paling akhir agar saya dapat berbincang dengan Kepala Sekolah.

Sambil memberikan DVD Film Dokumenter tentang kecurangan UN “Temani Aku Bunda“, saya kembali menegaskan sikap saya bahwa saya menolak untuk berkompromi. Saya juga menyampaikan pesan kepada beliau untuk mengapresiasi anak-anak didiknya. Mereka telah berusaha dengan baik. Saya juga berharap pelaksanaan UN tahun depan lebih baik lagi.

Percakapan di mobil.

“Aku tahu arahmu, Nin. Kalau kamu nggak kuat melihat hal-hal seperti ini ya jangan jadi pengawas UN!”

Kalimat ini terus terang membuat hati saya sakit.

Teman senior ini bilang bahwa tahun ini pelaksanaan UN lebih baik karena tidak ada handphone yang terlihat di meja-meja.

Waktu saya tanya kenapa hp-hp itu tidak diambil, dijawabnya,

“Buat apa? Ini sama saja bunuh diri! Ini sudah sistemik. Tiap sekolah melakukan pembiaran seperti ini. Mungkin sekolah kita juga. Percuma dilawan!”

Bunuh diri. Pembiaran. Sistemik. Pesismisme.

Kata-kata tersebut di atas terpampang jelas.

Dengan hati-hati saya mohon agar dia buang pesismisnya jauh-jauh.

Yang perlu kita lakukan hanya bersikap. Cuma itu. Sangat sederhana. Kalau dia butuh teman, dia juga tahu sekarang siapa temannya.

Saya maklum dengan segala yang teman ini utarakan. Saya tahu bahwa teman-teman pengawas ketakutan. Mereka takut karena merasa sudah mendukung kejahatan. Sejak Rabu memang ada yang aneh di tiap kali saya berganti pasangan pengawas. Selalu ada cerita bahwa UN tahun ini lebih baik. Ada cerita bagaimana efeknya ke pimpinan juga sekolah tempat pelapor bekerja jika sampai ada laporan tentang hal yang tidak seharusnya selama ujian. Ada cerita jika justru pelapor yang akan mendapat sanksi.:)

Malam setelah kejadian itu saya mendapat sms dari seorang senior yang juga panitia inti Ujian Nasional di tempat saya bekerja, ada guru lain yang sudah memberitahu mereka bahwa saya menolak berkompromi dan guru ini ketakutan. Saya sempat merasa akan sendirian, tetapi sms selanjutnya sungguh menenangkan karena beliau bilang bahwa seluruh guru termasuk kepala sekolah tempat saya bekerja   memberikan dukungan apapun langkah yang akan saya lakukan. Alhamdulillah..

Memang semuanya butuh proses ya. Dan jika tidak dimulai, kapan lagi? Miris melihat anak-anak didik kami ini.

Mereka bangkrut.

Mendapat ilmu yang cukup saja tidak.  Apalagi mendapat didikan moral. Tidak sama sekali.

Kemampuan akademik, sangat bisa dikejar dalam waktu 3-6 bulan intensif. Tetapi pembentukan moral akan membutuhkan waktu yang sangat panjang. Lebih dari 15 tahun dan mungkin saja 2-3 generasi.

Untuk berani kadang memang perlu ditemani ya. Teman seperjalanan. Teman yang sanggup menemani di jalan-jalan yang sunyi. Teman yang berani untuk menabahkan hati mendengar cibiran dan nyinyiran dari orang-orang yang mungkin sudah dikenal baik. Dan ini lebih menyakitkan.

Mau menemani kami?


Sumber: http://ninokeyiz.wor...-un-itu-begini/

Setelah membaca ini saya harapkan kepada rekan-rekan guru/pengawas UN bisa mencari kebenarannya sendiri di lingkungan sekolah yang diawasi masing-masing.

Lampiran Thumbnail(s)

  • 2.jpg
  • 3.jpg